Arti perjalanan hidup:)

Setiap perjalanan mesti ada titik awal dan titik yang dituju. Jika kita dari rumah mau ke toko sepatu, berarti rumah adalah titik awal kita dan toko sepatu adalah titik yang dituju. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai toko adalah lama perjalanan. Jika perjalanan itu lancar mungkin bisa kita tempuh dalam 10 menit, jika ada hambatan bisa sampai satu jam, bahkan jika terjadi kecelakaan di jalan, kita tidak akan sampai di tempat yang kita tuju. Hidup tak pernah bisa tertebak bagaimana awal dan akhirnya, selain sebagai suatu fase panjang yang harus kita lalui sebagaimana mestinya, untuk mencapai suatu kesempurnaan. Hidup tak selalu bisa terencana akan dimulai dan berakhir dimana. Terkadang kita hanya sekedar menjalani tanpa tahu arah dan tujuan, namun tak sedikit yang sadar, untuk apa ia hidup, dan bagaimana ia harus menjalani hidupnya.

Bagiku hidup adalah untaian cerita penuh makna yang abstrak. Membias dalam keseharian di atas kanvas tanpa warna dasar. Kadang juga hidup bagaikan sebuah persinggahan dalam menjalani suatu perjalanan. Ada kalanya kita berhenti sejenak melepas lelah, menatap sekitar, menyaksikan polah tingkah orang-orang yang sama sekali tak kita kenal. Mempelajari sebuah rasa sedih, marah, kecewa, tangis, bahagia, senyum, hampa dan kosong. Ketika kita merasa bahagia, betapa kanvas kehidupan itu selalu ingin diwarnai dengan tinta warna-warni pelangi. Namun ketika bersedih, kanvas itu seolah-olah basah akan genangan air dan sulit diwarnai kecuali dengan cipratan lumpur ratapan pilu.

Merangkak, duduk, berjalan lalu berlari adalah salah satu fase dalam setiap bentuk kehidupan. Tak ada satupun manusia yang bisa melompati fase tersebut. Perjalanan hidup dimulai dari kecil, remaja, dewasa, tua, lalu mati. Memang sangat sederhana jika dituliskan, namun ketika dijalani maka kita bisa membayangkan ada miliyaran kisah perjalanan manusia di muka bumi ini. Perbedaan geografis, budaya, status sosial, agama, bahasa dan keadaan lingkungan membuat kisah perjalanan tiap manusia selalu menarik untuk dipelajari dan diambil hikmahnya. Alur kehidupan tak pernah berganti meski zaman telah merubah hari dan usang tergantikan pesatnya arus teknologi. Terus bergulir tak berhenti sejenak waktupun saat menggilas kehidupan yang tengah berjalan.

Menangis atau tertawa, hitam atau putih, baik atau buruk, bising atau sunyi, menjerit atau bungkam hanyalah bagian kecil dari setiap sisi kehidupan. Semua pasti terbagi pada dua sisi, seperti yang telah Tuhan gariskan bahwa segala sesuatu di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Maha Besar Kuasa-Nya yang telah menciptakan segala sesuatunya secara sempurna dan berimbang. Panas mentari yang membakar kulit saat ini membuatku terpaku di sudut bisu. Betapa aku merindukan butiran-butiran bening yang jatuh dari langit dan mampu mendamaikan bumi yang gersang akan rintik air. Semakin ku mengerti bahwa setiap tangisan terkadang mampu meredakan sesak di hati akan sebentuk kegalauan. Tak menutup kemungkinan juga bila bening air di matapun mampu membuat ekspresi kebahagiaan terlihat begitu sempurna.

Aku bertemu pelangi, aku bertemu hujan yang merindukan bumi, aku menjumpai banyak sosok yang berperan penting dalam perjalanan hidupku. Dan aku menjumpaimu…menjumpai kalian… Sosok yang kutemui dalam sebuah persinggahan ketika aku melepas lelah. Setelah hari mulai merayap senja. Setelah kita cukup tenaga untuk berjalan menempuh perjalanan panjang. Menemui peran-peran lain dalam kehidupan kita. mari bersama sama menggulung mendung agar hujan kembali reda, mari perbaharui dalam fase fase yang kaya akan warna. Bagiku, sebongkah kehidupan adalah secarik perjalanan, bukan tujuan. Hidup hanyalah jembatan yang dibangun oleh-Nya dan diciptakan untuk diwarnai seindah mungkin oleh kita, bahkan lebih indah dari warna pelangi yang pernah ada. Memang tak semudah mewarnai gambar di atas secarik kertas, namun bukankah Tuhan telah anugrahkan sempurnanya akal untuk berpikir dan mencerna bagi manusia sebagai mahluk yang paling mulia diantara mahluk lainnya?

Terus belajar dan berlatih mewarnai langit yang menaungi hari-hari dengan keindahan adalah pembelajaran hidup yang panjang tanpa ujung. Sesekali berhenti untuk menghela nafas dari hiruk pikuk dan hingar bingar dunia yang semakin liar tak terkendali. Sesekali melihat ke belakang untuk menangkap sesuatu yang pernah berarti di masa lalu atau mengenang kebahagiaan sebagai infus hari-hari yang terasa semakin berat seiring bertambahnya usia. Tetapi jangan pernah berhenti untuk terus bermimpi tentang perbaikan kehidupan kita di masa yang akan datang. Selalu bersyukur atas kehidupan yang Tuhan pilihkan untuk kita adalah salah satu upaya menciptakan keindahan dalam hidup kita. Yakinkan diri dan hati agar tak pernah berhenti berharap bahwa suatu saat nanti setiap jiwa yang hidup Insya Allah akan menemukan sebuah jawaban yang indah pada akhirnya atas perjalanan panjang penuh tanda tanya ini. Tetap semangat, jangan menyerah dan selalu berbaik sangkalah kepada-Nya sebagai satu-satunya pemilik takdir hidup kita.

Sepahit obat atau semanis gula, hidup tetaplah menjadi sebuah perjalanan yang mesti kita tempuh tanpa bisa kita menawarnya. Apapun yang akan terjadi di masa depan, tetaplah optimis. Walaupun pada kenyataannya untuk sedetik ke depan, Tuhan tetap saja membiarkan lika liku jalan kehidupan menjadi misterius bagi kita semua.

jalan hidupku:)

hidup adalah petualangan”
sebuah kalimat yang pernah aku baca disalah satu kisah perjalanan seorang sahabat. dan kalimat itulah yang membuat aku berpikir sejenak, tentang arti yang terkandung didalamnya.

ketika aku memutuskan untuk memulai petualangan, perasaan ragu seringkali menghiasi hari-hari penantianku, sambil menunggu waktu liburan tiba.
mungkinkah aku bisa menjalaninya ?
sudah siapkah diriku secara fisik dan mental ?
bagaimana kalau aku nyasar dan tidak bisa pulang ?
baik kah orang-orang diluar sana ?

ahh. sempat berpikir, apa aku harus membatalkan semuanya ?
diantara rasa ragu yang seringkali datang menghantui, tak sengaja aku teringat akan sebuah tulisan :
” bagaimana kamu akan merasa gagal, kalau kamu tidak pernah mencobanya “.
kata-kata itulah yang begitu menginspirasiku untuk memulai melangkah, menelusuri tapak-tapak jalanan yang belum pernah kulewati sebelumnya.

aku mulai mengumpulkan informasi tempat tujuan petualangku. dari rute perjalanan, estimasi biaya dan waktu, hingga ke hal-hal kecil lainnya, yang kuanggap perlu. walaupun nantinya aku kembali merasa bahwa itu semua tidak terlalu penting. karena seiring berjalannya waktu, aku lebih sering mengikuti kemana arah angin membawa langkah kakiku.
tanpa rencana perjalanan, tanpa ada estimasi biaya dan waktu.

awal petualangan, ketika aku mulai mendaki salah satu Gunung di Jawa Tengah. disinilah aku mulai menambah belajar tentang arti persahabatan, tolong-menolong, kerjasama kelompok, dan masih banyak lagi.
dan setelah aku sampai di puncaknya, sejauh mata memandang nampak pemandangan yang begitu indah. Gunung, Lembah, Sungai, Ngarai mengisi luasnya alam. ternyata Neg’ri ini indah sekali.
dari situlah mulai timbul niatku untuk menjelajahi tanah di Neg’ri tercinta ini. walaupun berbekal pengetahuan yang belum memadai, kondisi keuangan yang menipis, aku tetap nekat untuk menjalaninya. semoga orang-orang diluar sana bisa membantu selama perjalanan. begitu doa ku.

berhati-hatilah dengan pemikiranmu, karena itu bisa jadi kenyataan. ketika aku memutuskan untuk berpetualang, aku sempat bingung. bagaimana aku memulainya ?
namun, kehidupanlah yang membawaku untuk memulai perjalanan ini.

berikut adalah daerah-daerah yang pernah aku jelajahi :

1. Pulau Sumat’ra ;
Lampung, Sumat’ra Selatan, Bengkulu, Riau, Jambi dan Sumat’ra Barat.

2. Pulau Jawa ;
Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

3. Pulau Kalimantan ;
Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

4. Pulau Sulawesi ;
Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

5. Pulau – Pulau lain ;
Bali, Lombok, Bima, Moyo, Gili Laba, Komodo, Rinca, Flores, Timor, Lembata, Alor dan Ternate.

banyak hal yang kupelajari selama pertualangan tersebut. pengalaman-pengalaman selama dijalan, secara perlahan mengubah cara pandang dan pola pikir dari kehidupan yang kujalani sebelumnya.

ketika aku merasa begitu senang, karena impian masa kecil, sampai impian dimasa dewasa mulai terwujud. dimana aku bisa melihat indahnya Jam Gadang dan Ngarai Sianouk di Kota Bukittinggi, Pantai Teluk Bayur, Bunga Raflesia di Bengkulu, Jembatan Ampera dengan Sungai Musi nya, Monumen Nasional, Taman Mini Indonesia Indah, Candi Prambanan, Bengawan Solo, Jembatan Merah, Pantai di Bali dan Lombok, Komodo, Danau Kelimutu, Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kesultanan Ternate, menggapai puncak Gunung-Gunung yang tinggi, dan masih banyak lagi.

seringkali aku merasa marah, sedih dan kecewa selama perjalanan.
pernah menghadapi masa-masa sulit ketika kehabisan uang di Kota Jambi. akhirnya aku minta bantuan sama Polisi yang sedang bertugas.
nyasar dan salah jalan ketika malam tiba disebuah dusun terpencil di Jawa Timur, kehujanan dan diterjang badai ketika melakukan pendakian disalah satu Gunung, dikejar binatang buas waktu turun dari Gunung, sudah terbiasa menumpang truck pengangkut sayur dan tebu, berjalan kaki berpuluh-puluh kilometer. selain itu aku juga mempunyai banyak teman dan hal-hal baru lainnya.

perjalanan ini membuka lebih lebar lagi mataku, mengenai makna kehidupan. mengajarkanku arti sebuah ketulusan dan memberi tanpa pamrih dan mengenai cinta kepada sesama manusia.

selama perjalanan, aku pernah tinggal di rumah keluarga Hindu, keluarga Nasrani dan keluarga Muslim. di rumah orang Minang, Melayu, Batak, Jawa, Bali, Suku Sak-Sak, Suku Timor, Banjar, Kutai, Dayak Bakumpay, Dayak Ma’nyan, dan di rumah Suku Bajao.
sering pula tidur di terminal, stasiun kereta api, gubuk di tengah sawah, pos Polisi, pos Kam-Ling, dan di teras Mesjid ketika kemalaman setelah turun dari Gunung.

pengalaman dijalan memperlihatkan kepadaku bahwa diluar sana, masih banyak orang-orang baik di Neg’ri tercinta ini. ketika aku salah jalan, tersesat dan kehujanan disebuah Dusun kecil yang sangat terpencil, serta jauh dari keramaian. dengan ramah, salah satu keluarga yang baru pulang dari ladang mengajakku untuk bermalam dirumahnya yang sangat sederhana. 2 hari aku menetap dirumah keluarga ini, sambil menunggu bajuku yang dijemur karena kebasahan diterpa hujan.

seringkali aku dihadapkan pada pertanyaan :
“sampai kapan dan sampai sejauh mana aku akan melangkah ?”
“benarkah ini yang ingin kulakukan ?”
namun aku tidak berhenti. kakiku terus berjalan, terus melangkah. entah sampai kapan.

seringkali aku merindukan saat-saat yang pernah terjadi didalam perjalanan tersebut. dan membuatku ingin kembali kemasa-masa itu. aku sangat bersyukur, perjalanan ini pernah terjadi didalam hidupku. hal seperti ini, menurut pikiranku tidak akan pernah terjadi 2 kali.
semuanya akan menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk bekal di kehidupan yang akan datang.

aku sudah terlalu banyak menerima kebaikan dari penduduk-penduduk di daerah yang pernah aku jelajahi.
mereka menerimaku dengan sangat baik sekali.
kiranya Tuhan yang akan membalaskan kebaikan mereka.
dan sekarang giliranku, yang meneruskan kebaikan itu kepada orang lain lagi.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai